Sabtu, 10 September 2016

REFORMASI GEREJA
(1438-1546)
A.    Latar belakang
terjadinya reformasi gereja di latar belakangi oleh beberapa sebab, antara lain :
1.      Banyaknya penyimpangan keagamaan diantaranya yaitu :
- dilakukannya penyogokan oleh pemuka agama kepada petinggi gereja agar mereka memperoleh kedudukan social keagamaan yang tinggi.
- penjual surat-surat pengampunan dosa
- paus sebagai bapak suci berperilaku amoral yang menyangkut hubungannya dengan wanita seperti Alexander VI yang memiliki 8 anak haram dari hasil hubunganna dengan wanita simpanannya
2.      Perkembangan kapitalisme dan krisis-krisis ekonomi di kawasan imperium roma
3.      Korupsi atas nama Negara.

B.     Faktor penyebab
awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di Jerman. Faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut adanya FASE TRANSISI EKONOMI, dimana pada waktu itu terjadinya proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi profit atau masyarakat kapitalis. Dari sinilah muncul satu tokoh yaitu Martin Luther yang dari pemikirannya itu kemudian terlahir sebuah reformasi gereja. Berikut pemikiran dari Martin dalam melakukan protes terhadap kekuasaan gereja katolik roma:
1.      Penolakan terhadap surat-surat pengampunan dosa
2.      Menurutnya sakramen hanya digunakan untuk membantu keimanan tetapi bukan sama sekali alat untuk mencapai rahmat Tuhan dan jalan keselamatan.

C.   Tokoh reformasi gereja
1.      Martin Luther (1483-1546)
Awal gerakan reformasi gereja protestan terlalu terjadi di Jerman dengan tokoh utamanya Martin Luther . Gerakan reformasi Luther di mulai ketika ia membacakan 99 pernyataan protes terhadap gereja dan lembaga kepuasan yang menjual surat-surat pengampunan dosa itu.
Menurut Luther, apabila manusia ingin selamat ia harus melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dianjurkan tuhan, banyak bertaubat(langsung)kepada tuhan tanpa melalui perantara pastor. Luther juga telah  mengoyahkan sendi-sendi monasitisme katolik yakni dengan mengajukan perkawinan bagi para pastor. Karena ia menyadari banyaknya tindakan tidak terpuji menyangkut hubungan dengan wanita bagi para pastor.
2.      Johannes Calvin (1509-1564)
John calvin merupakan tokoh penting lainnya dalam gerakan reformasi gereja protestan. Filosofis dan intelektual yang kokoh bagi keberhasilan gerakan reformasi protestan di Eropa. Bedanya adalah pemikiran Calvin lebih radikal di bandingkan Luther. Luther dianggap agak konservatif. Tokoh gerakan ini lahir di Noyon, Picardy, Prancis, 1509. Calvin belajar di University Paris dan mendalami kajian hokum di Orlens, tempat dimana ia dipengaruhi oleh para pengikut Luther. Kemudian pada tahun 1541 ia mulai aktif sebagai penginjil.
pemikiran calvin yang kemudian menjadi basis teologis terpenting protestantisme adalah adanya gagasan tentang takdir(predestination). Takdir manusia menurut calvin telah ditentukan oleh Tuhan. Siapapun tidak bisa mengubahnya, bahka pastor sekalipun.
Doktrin calvin ini memiliki kesamaan dengan konsep takdir agustinus yang memiliki dasar bahwa semua manusia berdosa akibat kejatuhan dan dosa adam. Menurut doktrin ini, semua manusia telah terkutuk semenjak dilahirkan, namun menurutnya manusia bisa selamat seandainya ia memperoleh rahmat Tuhan (grace of god). Manusia juga harus melawan hawa nafsunya tetapi caranya bukan dengan menjadi biarawan atau biarawati, tetapi ujian keselamatan menurut calvin selalu ada dalam aktivitas sehari-hari, maka manusia harus selalu dituntut memiliki kemampuan untuk menghadapi ujian hidup setiap saat. Hal ini ia rumuskan dalam ajaran tentang asetisme duniawi (suhelmi, 2001:157-158).

D.   Dampak adanya reformasi gereja
1.      Dampak social dan politik terhadap eropa dan Negara-negara berat pada umumnya. Reformasi ini menimbulkan Westren Christendom sehingga munculnya Negara-negara nasional kecil tanpa memiliki pusat kekuasaan atau gembala politik seperti lembaga kepausan roma. Tetapi dengan adanya gerakan reformasi protestan ini juga lahirnya kekuasaan absolut di Eropa. Banyaknya pertikaian antara Calvinisme dengan katolik, peperangan saudara dan penghancuran karya seni, patung, lukisan yang berbau katolisisme.
2.      Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya agama Kristen menjadi sekte-sekte kecil : Lutherisme, calvinisme, angelicanisme, quakerisme, katholikisme. Meski di tinjau dari segi doktrin-doktrin fundamental sekte-sekte itu tidak memiliki prinsip yang berbeda, tetapi timbulnya hal tersebut menyebabkan keretakan serius dalam agama Kristen. Akibatnya di Eropa terdapat beberapa keagamaan; Jerman utara dan Negara-negara Skandinavia(swedia dan norwegia)menganut lutheranisme ; Skotlandia, belanda, Switzerland dan prancis menganut Calvinisme dan Negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia menganut katolisisme(Ortodoks).

Menurut saya,     Adanya reformasi dalam gereja yang mengakibatkan perpecahan bukanlah suatu yang diinginkan dalam gereja. Situasi dan perihal hidup yang terjadi pada jaman itu, memang menuntut suatu perubahan yang radikal di dalamnya. Saat ini bukanlah masalah siapa yang harus dipersalahkan dalam situasi ini. Pertanyaannya adalah bagaimana membina hubungan dengan situasi yang telah terjadi, apa yang harus dilakukan untuk mempersatukan kembali perpecahan yang telah terjai, meskipun tampaknya hal ini tidak mungkin. Namun hal ini haruslah senantiasa di cari dan diusahakan solusinya senantiasa. 


Sumber : http://elingeuyizz.blogspot.co.id/2010/10/reformasi-gereja-1483-1546.html