REFORMASI
GEREJA
(1438-1546)
(1438-1546)
A.
Latar
belakang
terjadinya reformasi gereja di latar belakangi oleh beberapa sebab, antara lain :
terjadinya reformasi gereja di latar belakangi oleh beberapa sebab, antara lain :
1. Banyaknya
penyimpangan keagamaan diantaranya yaitu :
- dilakukannya penyogokan oleh pemuka agama kepada petinggi gereja agar mereka memperoleh kedudukan social keagamaan yang tinggi.
- penjual surat-surat pengampunan dosa
- paus sebagai bapak suci berperilaku amoral yang menyangkut hubungannya dengan wanita seperti Alexander VI yang memiliki 8 anak haram dari hasil hubunganna dengan wanita simpanannya
- dilakukannya penyogokan oleh pemuka agama kepada petinggi gereja agar mereka memperoleh kedudukan social keagamaan yang tinggi.
- penjual surat-surat pengampunan dosa
- paus sebagai bapak suci berperilaku amoral yang menyangkut hubungannya dengan wanita seperti Alexander VI yang memiliki 8 anak haram dari hasil hubunganna dengan wanita simpanannya
2. Perkembangan
kapitalisme dan krisis-krisis ekonomi di kawasan imperium roma
3. Korupsi
atas nama Negara.
B.
Faktor
penyebab
awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di Jerman. Faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut adanya FASE TRANSISI EKONOMI, dimana pada waktu itu terjadinya proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi profit atau masyarakat kapitalis. Dari sinilah muncul satu tokoh yaitu Martin Luther yang dari pemikirannya itu kemudian terlahir sebuah reformasi gereja. Berikut pemikiran dari Martin dalam melakukan protes terhadap kekuasaan gereja katolik roma:
awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di Jerman. Faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut adanya FASE TRANSISI EKONOMI, dimana pada waktu itu terjadinya proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi profit atau masyarakat kapitalis. Dari sinilah muncul satu tokoh yaitu Martin Luther yang dari pemikirannya itu kemudian terlahir sebuah reformasi gereja. Berikut pemikiran dari Martin dalam melakukan protes terhadap kekuasaan gereja katolik roma:
1.
Penolakan
terhadap surat-surat pengampunan dosa
2.
Menurutnya
sakramen hanya digunakan untuk membantu keimanan tetapi bukan sama sekali alat
untuk mencapai rahmat Tuhan dan jalan keselamatan.
C.
Tokoh
reformasi gereja
1. Martin Luther (1483-1546)
Awal
gerakan reformasi gereja protestan terlalu terjadi di Jerman dengan tokoh
utamanya Martin Luther . Gerakan reformasi Luther di mulai ketika ia membacakan
99 pernyataan protes terhadap gereja dan lembaga kepuasan yang menjual
surat-surat pengampunan dosa itu.
Menurut Luther, apabila manusia ingin selamat ia harus melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dianjurkan tuhan, banyak bertaubat(langsung)kepada tuhan tanpa melalui perantara pastor. Luther juga telah mengoyahkan sendi-sendi monasitisme katolik yakni dengan mengajukan perkawinan bagi para pastor. Karena ia menyadari banyaknya tindakan tidak terpuji menyangkut hubungan dengan wanita bagi para pastor.
Menurut Luther, apabila manusia ingin selamat ia harus melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dianjurkan tuhan, banyak bertaubat(langsung)kepada tuhan tanpa melalui perantara pastor. Luther juga telah mengoyahkan sendi-sendi monasitisme katolik yakni dengan mengajukan perkawinan bagi para pastor. Karena ia menyadari banyaknya tindakan tidak terpuji menyangkut hubungan dengan wanita bagi para pastor.
2. Johannes Calvin (1509-1564)
John
calvin merupakan tokoh penting lainnya dalam gerakan reformasi gereja
protestan. Filosofis dan intelektual yang kokoh bagi keberhasilan gerakan
reformasi protestan di Eropa. Bedanya adalah pemikiran Calvin lebih radikal di
bandingkan Luther. Luther dianggap agak konservatif. Tokoh gerakan ini lahir di
Noyon, Picardy, Prancis, 1509. Calvin belajar di University Paris dan mendalami
kajian hokum di Orlens, tempat dimana ia dipengaruhi oleh para pengikut Luther.
Kemudian pada tahun 1541 ia mulai aktif sebagai penginjil.
pemikiran calvin yang kemudian menjadi basis teologis terpenting protestantisme adalah adanya gagasan tentang takdir(predestination). Takdir manusia menurut calvin telah ditentukan oleh Tuhan. Siapapun tidak bisa mengubahnya, bahka pastor sekalipun.
pemikiran calvin yang kemudian menjadi basis teologis terpenting protestantisme adalah adanya gagasan tentang takdir(predestination). Takdir manusia menurut calvin telah ditentukan oleh Tuhan. Siapapun tidak bisa mengubahnya, bahka pastor sekalipun.
Doktrin
calvin ini memiliki kesamaan dengan konsep takdir agustinus yang memiliki dasar
bahwa semua manusia berdosa akibat kejatuhan dan dosa adam. Menurut doktrin
ini, semua manusia telah terkutuk semenjak dilahirkan, namun menurutnya manusia
bisa selamat seandainya ia memperoleh rahmat Tuhan (grace of god). Manusia juga
harus melawan hawa nafsunya tetapi caranya bukan dengan menjadi biarawan atau
biarawati, tetapi ujian keselamatan menurut calvin selalu ada dalam aktivitas
sehari-hari, maka manusia harus selalu dituntut memiliki kemampuan untuk
menghadapi ujian hidup setiap saat. Hal ini ia rumuskan dalam ajaran tentang
asetisme duniawi (suhelmi, 2001:157-158).
D.
Dampak
adanya reformasi gereja
1.
Dampak social dan politik terhadap
eropa dan Negara-negara berat pada umumnya. Reformasi ini menimbulkan Westren
Christendom sehingga munculnya Negara-negara nasional kecil tanpa memiliki
pusat kekuasaan atau gembala politik seperti lembaga kepausan roma. Tetapi
dengan adanya gerakan reformasi protestan ini juga lahirnya kekuasaan absolut
di Eropa. Banyaknya pertikaian antara Calvinisme dengan katolik, peperangan
saudara dan penghancuran karya seni, patung, lukisan yang berbau katolisisme.
2.
Reformasi juga mengakibatkan terbelahnya
agama Kristen menjadi sekte-sekte kecil : Lutherisme, calvinisme,
angelicanisme, quakerisme, katholikisme. Meski di tinjau dari segi
doktrin-doktrin fundamental sekte-sekte itu tidak memiliki prinsip yang
berbeda, tetapi timbulnya hal tersebut menyebabkan keretakan serius dalam agama
Kristen. Akibatnya di Eropa terdapat beberapa keagamaan; Jerman utara dan
Negara-negara Skandinavia(swedia dan norwegia)menganut lutheranisme ;
Skotlandia, belanda, Switzerland dan prancis menganut Calvinisme dan Negara
Eropa lainnya seperti Spanyol dan Italia menganut katolisisme(Ortodoks).
Menurut saya, Adanya reformasi dalam
gereja yang mengakibatkan perpecahan bukanlah suatu yang diinginkan dalam
gereja. Situasi dan perihal hidup yang terjadi pada jaman itu, memang menuntut
suatu perubahan yang radikal di dalamnya. Saat ini bukanlah masalah siapa yang
harus dipersalahkan dalam situasi ini. Pertanyaannya adalah bagaimana membina
hubungan dengan situasi yang telah terjadi, apa yang harus dilakukan untuk
mempersatukan kembali perpecahan yang telah terjai, meskipun tampaknya hal ini
tidak mungkin. Namun hal ini haruslah senantiasa di cari dan diusahakan
solusinya senantiasa.
Sumber : http://elingeuyizz.blogspot.co.id/2010/10/reformasi-gereja-1483-1546.html
Sumber : http://elingeuyizz.blogspot.co.id/2010/10/reformasi-gereja-1483-1546.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar